Sebelum masuk ke proses desain logo atau website, banyak brand profesional memulai dengan menyusun mood board terlebih dahulu. Dengan mood board, arah visual brand bisa ditentukan secara lebih matang, sebelum waktu dan biaya dihabiskan untuk proses desain yang sebenarnya.
Apa Itu Mood Board?
Mood board adalah kumpulan referensi visual, seperti gambar, warna, dan tipografi, yang disusun untuk menggambarkan suasana atau karakter yang ingin ditampilkan oleh sebuah brand. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan awal sebelum proses desain yang lebih detail dimulai.
Mengapa Mood Board Penting dalam Proses Branding?
1. Menyamakan Visi Sebelum Masuk ke Desain Detail
Tanpa mood board, klien dan desainer bisa memiliki bayangan yang berbeda mengenai arah visual yang diinginkan. Akibatnya, revisi berulang sering terjadi karena ekspektasi yang tidak selaras sejak awal.
2. Menghemat Waktu dan Biaya
Dengan menyepakati mood board terlebih dahulu, proses desain selanjutnya menjadi lebih terarah. Selain itu, revisi besar yang biasanya memakan waktu bisa diminimalkan karena arah visual sudah disetujui sejak tahap awal.
3. Membantu Eksplorasi Ide Secara Visual
Mood board memudahkan proses eksplorasi ide tanpa harus langsung berkomitmen pada satu konsep desain. Dengan begitu, berbagai kemungkinan arah visual bisa dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum keputusan akhir diambil.
Elemen yang Biasanya Ada dalam Mood Board
- Palet warna, menunjukkan kombinasi warna yang ingin digunakan
- Referensi tipografi, menggambarkan gaya huruf yang sesuai karakter brand
- Gambar atau foto, mewakili suasana, gaya fotografi, atau tekstur yang diinginkan
- Kata kunci deskriptif, seperti “modern”, “hangat”, atau “minimalis” untuk memperjelas arah visual
- Contoh desain serupa, sebagai referensi gaya yang relevan dengan industri bisnis Anda
Cara Membuat Mood Board Sederhana
1. Tentukan Kata Kunci Karakter Brand
Mulailah dengan menentukan beberapa kata kunci yang menggambarkan karakter brand Anda. Misalnya, apakah brand Anda ingin terkesan profesional, ramah, atau berani.
2. Kumpulkan Referensi Visual
Selanjutnya, kumpulkan gambar, warna, dan contoh desain yang sesuai dengan kata kunci tersebut. Sumber referensi bisa berasal dari Pinterest, Instagram, atau pengamatan terhadap brand lain yang relevan.
3. Susun dalam Satu Tampilan
Setelah referensi terkumpul, susun seluruh elemen dalam satu tampilan yang mudah dipahami. Tools seperti Canva atau Pinterest board bisa digunakan untuk menyusun mood board secara sederhana.
4. Diskusikan dan Sempurnakan
Terakhir, diskusikan mood board tersebut dengan tim atau desainer Anda. Lakukan penyesuaian hingga semua pihak sepakat dengan arah visual yang akan diterapkan pada proses desain selanjutnya.
Kesalahan Umum dalam Membuat Mood Board
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain mengumpulkan terlalu banyak referensi tanpa benang merah yang jelas. Selain itu, beberapa orang juga langsung meniru desain kompetitor secara persis, alih-alih menggunakannya sebagai inspirasi untuk menciptakan arah visual yang orisinal.
Kesimpulan
Mood board menjadi langkah awal yang penting untuk menentukan arah visual brand sebelum masuk ke proses desain yang lebih detail. Dengan mood board yang jelas, proses branding akan berjalan lebih efisien dan selaras dengan ekspektasi semua pihak. Kemal Studio selalu memulai proses branding dengan tahap mood board, agar hasil akhir benar-benar sesuai dengan karakter dan visi bisnis klien.



